dalam mengukur kemampuan berbahasa indonesia yang baik dan benar peserta didik diharuskan mampu memenuhi hasil yang maksimal, diantaranya:
SASARAN EVALUASI KEMAMPUAN BAHASA
Pertanyaan pokok sebelum melakukan penilaian adalah
apa yang akan dinilai. Evaluasi merupakan sebuah rangkaian proses yang menjadi
trilogi dari desain penyelenggaraan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran, objek yang dikaji adalah siswa. Siswa
merupakan pribadi yang unik dan kompleks, maka ada bagian-bagian tertentu yang
akan menjadi sasaran dalam kajian evaluasi hasil belajar. Dengan adanya sasaran
inilah, maka dapat diketahui dengan jelas hasil atau perubahan yang terjadi
setelah proses pembelajaran berlangsung.
Oemardi Hamalik dalam bukunya yang berjudul
Kurikulum dan Pembelajaran menjelaskan bidang-bidang yang menjadi sasaran
evaluasi hasil belajar secara umum, yaitu:
- Ranah Kognitif ( pengetahuan/pemahaman )
Penilaian terhadap pengetahuan pada tingkat satuan
pelajaran menuntut perumusan secara lebih khusus setiap aspek pengetahuan, yang
dikategorikan sebagai: konsep, prosedur, fakta, dan prinsip. Tiap kategori
dirinci menjadi suatu struktur dan urutan tertentu, misalnya dari konsep
sederhana yang menuju konsep-konsep yang lebih kompleks. Dengan struktur
tersebut dapat ditentukan urutan pelajaran dan isi pelajaran, sebagaimana yang telah dirumuskan dalam satuan pelajaran.
Untuk menilai pengetahuan siswa,
dapat digunakan pengujian sebagi berikut:
a. Sasaran penilaian aspek pengenalan (recognition)
Caranya, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan
bentuk pilihan berganda, yang menuntut siswa agar melakukan identifikasi
tentang fakta, definisi, contoh-contoh yang betul (correct).
b.
Sasaran penilaian aspek mengingat kembali (recal)
Caranya, dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka
tertutup langsung untuk mengungkapkan jawaban-jawaban yang unik.
c. Sasaran penilaian aspek pemahaman (komprehension)
Caranya, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang menuntut identifikasi terhadap pernyataan-pernyataan yang betul dan yang
kelim konklusi atau klasifikasi; dengan daftar pertanyaan matching
(menjodohkan) yang berkenaan dengan konsep, contoh, aturan, penerapan,
langkah-langkah dan urutan, dengan pertanyaan bentuk essay (open ended)
yang menghendaki uraian, perumusan kembali dengan kata-kata sendiri,
contoh-contoh.
- Ranah Afektif
Sasaran evaluasi ranah afektif (sikap dan nilai)
meliputi aspek sebagai berikut:
- Aspek penerimaan, yakni kesadaran peka terhadap gejala dan stimulus atau gejala tersebut.
- Sambutan, yakni aktif mengikuti dan melaksanakan sendiri suatu gejala disamping menyadari/menerimanya.
- Aspek penilaian, yakni perilaku menginternalisasi, mengorganisasi, dan memantapkan interaksi antara lain-lain dan menjadikannya sebagi suatu pendirian yang teguh.
- Aspek karakteristik diri dengan suatu nilai atau kompleks nilai, ialah menginternalisasikan suatu nilai ke dalam sistem nilai dalam diri individu yang berperilaku konsisten dengan sistem nilai tersebut.
Ranah dan aspek tiap ranah yang akan diukur,
masing-masing dirinci menjadi sebuah karakteristik, selanjutnya tiap
karakteristik dijabarkan menjadi sejumlah atribut. Tiap atribuut diberikan
indikator sebagai petunjuk perubahan perilaku. Berdasarkan atribut-atribut
tersebut dapat disusun pertanyaan-pertanyaan untuk pengukuran.
- Ranah Keterampilan
Sasaran evaluasi keterampilan reproduktif adalah:
- Aspek keterampilan kognitif, misalnya masalah-masalah yang familier untuk dipecahkan dalam rangka menentukan ukuran-ukuran ketepatan dan kecepatan melalui latihan-latihan (drill) jangka panjang, evaluasi dilakukan dengan metode-metode objektif tertutup.
- Aspek keterampilan psikomotorik dengan tes tindakan terdapat pelaksanaan tugas yang nyata atau yang disimulasikan, dan berdasarkan kriteria ketetapan, kecepatan, kualitas penerapan secara objektif. Contoh: latihan mengetik, keterampilan menjalankan mesin, dan lain-lain.
- Aspek keterampilan reaktif, dilaksanakan secara langsung dengan pengamatan objektif terhadap tingkah laku pendekatan atau penghindaran; secara tak langsung dengan kuesioner sikap.
- Aspek keterampilan interaktif, secara langsung dengan menghitung frekuensi kebiasaan dan cara-cara yan baik yang dipertunjukkan pada kondisi-kondisi tertentu.
Sasaran evaluasi keterampilan produktif adalah:
a. Aspek keterampilan kognitif, misalnya masalah-masalah yang
tidak familier untuk dipecahkan dan pemecahannya tidak begitu rumit, dengan
menggunakan metode terbuka tertutup (open ended method).
b. Aspek keterampilan psikomotorik, yakni tugas-tugas produktif
yang menuntut perencanaan strategi. Evaluasi terhadap hasil dan proses
perencanaan ialah dengan observasi dan diskusi.
c. Aspek keterampilan reaktif, secara langsung mengamati sistem
nilai masyarakat dalam tidakannya di luar sekolah.
d. Aspek keterampilan interaktif dengan observasi keterampilan
dalam situasi senyatanya.
Pendapat dari hamalik di atas, dikuatkan oleh
Horward Kingsley dalam Nana Sudjana, yang membagi tiga macam hasil belajar,
yakni 1) keterampilan dan kebiasaan, 2) pengetahuan dan pengertian, 3) sikap
dan cita-cita. Masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Sedangkan Gagne
dalam Nana Sudjana juga, membagi hasil belajar dalam lima kategori, yakni 1)
informasi verbal, 2) keterampilan intelektual, 3) strategi kognitif, 4) sikap,
dan 5) keterampilan motoris. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan,
baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi
hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi
tiga ranah, yakni ranah kognitif, aranah afektif, dan ranah psikomotorik.
Untuk kajian bidang kebahasaan, Soenardi Djiwandono
menjelaskan sasaran utama penyelenggaraan evaluasi kemampuan bahasa adalah
tingkat kemampuan menggunakan bahasa. Aspek kebahasaan yang dimaksud itu
meliputi kemampuan menyimak, kemampuan membaca, kemampuan berbicara dan kemampuan
menulis.
Kemampuan menyimak mengacu pada kemampuan untuk
memahami segala sesuatu yang diungkapkan orang lain secara lisan dalam bentuk
kata-kata lepas, wacana pendek lewat kalimat, atau wacana yang lebih panjang
seperti paparan lisan, pidato, kuliah dan lain-lain.
Kemampuan membaca menunjuk pada kemampuan untuk
memahami maksud dan pikiran orang yang diungkapkan secara tertulis dalam bentuk
catatan singkat, surat, artikel surat kabar, cerita pendek, novel, dan
lain-lain.
Kemampuan berbicara berupa kemampuan untuk
mengungkapkan pikiran dan isi hati seseorang melalui bunyi-bunyi bahasa dan
kata-kata yang dirangkai dalam susunan bahasa yang lebih lengkap seperti frasa
kalimat, dan wacana lisan yang lebih panjang seperti cerita, pidato, dan
lain-lain.
Kemampuan menulis adalah kemampuan untuk
mengungkapkan diri melalui kata-kata dan kalimat yang disampaikan secara
tertulis.
Dalam kajian kebahasan, kemampuan berbahasa
dibedakan ke dalam kompetensi berbahasa dan keterampilan berbahasa. Kompetensi
berbahasa mengacu pada kemampuan yang bersifat abstrak, berupa potensi yang
dimiliki seorang pemakai bahasa. Keterampilan berbahasa bersifat kongkret dan
mengacu kepada penggunaan bahasa senyatanya, dalam bentuk lisan yang dapat
didengar, atau dalam bentuk tertulis yang dapat dibaca. Semua itu merupakan
sasaran tes bahasa, yang merupakan bagian dari kajian kebahasaan, khususnya
kajian kebahasaan terapan.
Kemampuan berbahasa mengacu pada kemampuan
seseorang untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan
berbahasa yang baik, seseorang akan dengan mudah mengungkapkan pikiran, ide,
dan pendapatnya dengan tepat. Dengan kemampuan berbahasa yang benar, diharapkan
apa yang dimaksudkan dapat dimengerti dan diterima oleh orang lain.Tes
kemampuan bahasa dapat dibedakan menjadi dua sasaran utamanya, yaitu pertama,
kemapuan berbahasa yang meliputi kemampuan menulis, kemampuan membaca,
kemampuan menyimak, dan kemampuan berbicara. Kedua, komponen bahasa yang
meliputi bunyi bahasa, kosakata, dan tatabahasa.
Dari penjelasan di atas,
dapat disimpulkan bahwa sasaran evaluasi kemampuan bahasa adalah tingkat
kemampuan berbahasa siswa. Baik dari segi kemampuan menggunakan bahasa yang
berkaitan dengan aspek kebahasaan, seperti kemampuan membaca, menulis,
menyimak, dan berbicara. Maupun dari segi kemampuan siswa dalam menerapkan
komponen-komponen kebahasaan, seperti EYD, tatabahasa, dan bunyi bahasa.
Disamping itu sasaran evaluasi dilihat dari bidang-bidang yang menjadi sasaran
evaluasi hasil belajar secara umum, mencakup berbagai bidang yaitu ranah
kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar